Penerapan Ilmu Manajemen Proyek Rekayasa dalam Pembangunan Proyek Bendungan Desa Simanungkalit Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara
Tulisan ini bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Proyek Rekayasa.
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan kegiatan anggota serta sumber daya yang lain untuk mencapai sasaran organisasi yang telah ditentukan. Sedangkan manajemen proyek adalah manajemen yang diterapkan pada suatu proyek untuk mencapai suatu hasil tertentu, atau, manajemen proyek adalah suatu ilmu dan seni untuk mengadakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengoordinasian (coordinating), dan mengadakan pengawasan (controlling) terhadap orang dan barang untuk mencapai tujuan tertentu dari suatu proyek (Iman Soeharto, 1995).
Untuk mencapai target pekerjaan pembangunan yang ingin dicapai dengan potensi sumber daya dan waktu yang terbatas, maka harus diterapkan perencanaan, pelaksanaan evaluasi, dan tindak lanjut dari pelaksanaan yang telah dievaluasi. Maka dalam dunia konstruksi manajemen dapat disebut sebagai suatu teknik yang terdiri dari ilmu, keterampilan, dan seni yang dilakukan di lingkungan proyek, dalam rangka untuk mengkoordinasi antar pihak yang ada serta mengelola sumber daya proyek.
Pada dasarnya suatu proyek terdiri dari aspek pokok, yaitu :
- Biaya (Money)
- Mutu (Quality)
- Waktu (Time)
Selain itu unsur - unsur yang harus dikelola oleh pelaksana proyek itu sendiri meliputi :
- Tenaga Kerja (Man)
- Peralatan (Machine)
- Material (Material)
- Metode (Method)
- Biaya (Money)
Penerapan manajemen proyek konstruksi akan memerlukan pengetahuan tentang berbagai aspek seperti integrasi, lingkup, mutu, biaya, waktu, risiko, komunikasi, sumber daya manusia, pengadaan, (Project Management Body of Knowledges,2008). Dengan penerapan sitem manajemen proyek tersebut diharapkan badan usaha jasa konstruksi dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan produknya sehingga dapat memenuhi sasaran dan tujuan proyek guna mencapai harapan dan kepuasan pelanggan, di mana pelanggan konstruksi merupakan seseorang/ badan/ organisasi yang membayar penyedia jasa konstruksi.
Parameter tersebut penting dalam pelaksanaan proyek karena seringkali timbul pemborosan biaya, baik dalam penggunaan untuk tenaga kerja maupun pembelian bahan baku yang disebabkan kurang matang nya perencanaan suatu proyek. Dengan demikian manajemen proyek yang baik merupakan langkah awal yang sangat berpengaruh pada tercapainya target suatu pekerjaan.
Tahapan Proses Manajemen Proyek
Dalam melakukan manajemen pada sebuah proyek, maka kita harus memahami 5 tahap proses manajemen proyek, yaitu:
- Tahap Inisiasi, dalam tahap ini permasalahan yang ingin diselesaikan akan didefinisikan.
- Tahap perencanaan dan desain, yaitu mendefinisikan tujuan dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan lingkup proyek.
- Tahap pelaksanaan, yaitu untuk mengintegrasikan orang-orang dan sumber daya lainnya untuk menjalankan rencana manajemen proyek.
- Tahap pengawasan dan pengendalian, dalam tahap ini bertujuan untuk mengukur dan memonitor progress untuk mengidentifikasi penyimpangan dari rencana manajemen proyek sehingga tindakan koreksi dapat dilakukan bila diperlukan dalam mencapai tujuan proyek.
- Tahap penutupan, dalam tahap ini hasil akhir proyek beserta dokumentasi nya diserahkan kepada pemilik.
Elemen Manajemen Proyek
Project Management secara luas dan lengkap. Project Management merupakan aplikasi ilmu, kemampuan, alat dan cara untuk kegiatan proyek agar memenuhi kebutuhan sebuah proyek. Project Management memiliki 9 cakupan knowledge elemen area utama, yaitu.
- Project Scope Management, mendefinisikan ruang lingkup pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan deliverable (produk, jasa, prosedur, sistem, maupun keluaran lainnya) sesuai dengan spesifikasi dan jangka waktu yang telah ditetapkan serta mengendalikan aktivitas yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan dalam menyelesaikan suatu proyek.
- Project Time Management, sebagian besar perubahan proyek melibatkan perubahan jadwal, dan disetujui oleh sponsor proyek. Selama perencanaan, manajer proyek harus membagi proyek menjadi tugas dan membuat jadwal (tanggal mulai dan selesai untuk setiap tugas) dan anggaran untuk setiap tugas.
- Project Cost Management, meliputi proses membuat perencanaan, estimasi budget dan mengontrol biaya agar biaya proyek tidak melebihi anggaran yang ditetapkan.
- Project Human Resource Management, bidang pengetahuan ini berkaitan dengan mendapatkan tim yang tepat, memastikan kepuasan SDM, dan melacak kinerja SDM.
- Project Risk Management, meliputi proses yang diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif risiko terhadap keberhasilan proyek.
- Project Communication Management, bertujuan agar komunikasi dan aliran informasi proyek berjalan efektif dan efisien. Komunikasi dengan para pemangku kepentingan sering menjadi faktor kunci yang memungkinkan para pemangku kepentingan untuk merasa puas bahkan ketika perubahan yang tidak terduga terjadi.
- Project Quality Management, kualitas adalah salah satu dari tiga constraint, waktu, biaya, dan ruang lingkup. Dengan demikian, ketika kita membutuhkan kualitas yang lebih baik kita perlu memasukkan lebih banyak waktu atau biaya.
- Project Procurement Management, meliputi proses yang diperlukan untuk memenuhi pengadaan barang / jasa yang disediakan oleh vendor/kontraktor sesuai jadwal.
- Project Integration Management, area pengetahuan ini berisi tugas-tugas yang menyatukan keseluruhan proyek. Meliputi proses dan aktivitas yang diperlukan untuk mengidentifikasikan, mendefinisikan, mengombinasikan, menyatukan, dan menggoordinasikan berbagai proses dan aktivitas manajemen proyek.
Tiga Faktor Pembatas dalam Manajemen Proyek
1. Scope atau ruang lingkup
Scope atau ruang lingkup proyek adalah membahas jenis dan batasan batasan yang ada pada sebuah proyek. Sejauh mana batasan-batasan atau ruang lingkup suatu proyek ditentukan. Ruang lingkup atau batasan proyek sangat diperlukan dalam suatu proyek, karena hal ini akan memberi dampak pada faktor-faktor proyek lainnya, terutama yang menyangkut biaya dan waktu pengerjaan proyek. Semakin besar scope atau ruang lingkup suatu proyek tersebut, maka secara umum akan makin bertambah pula waktu pengerjaan, ini tentunya berdampak pada bertambahnya biaya yang harus dikeluarkan.
Dalam pembangunan proyek Bendungan Desa Simanungkalit Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, ruang lingkup pembangunan proyek ini adalah lahan pertanian warga sekitar. Oleh karena itu, warga meminta ganti rugi lahan sementara pada proyek tersebut karena tidak ada dalam kontrak kerja soal anggaran pelepasan lahan.
2. Time atau waktu
Time atau waktu adalah salah satu komponen yang menjadi target utama dalam sebuah proyek. Pada intinya faktor waktu ini adalah bagaimana kita menentukan lamanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Komponen waktu begitu berarti, terutama pada saat-saat yang memang krusial. Terkadang suatu proyek dipaksa untuk selesai pada waktu tertentu, walaupun berdampak pada membengkaknya biaya. Dalam pembangunan proyek Bendungan Desa Simanungkalit Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, ditargetkan selesai dalam dua tahun.
3. Cost atau biaya
Cost atau
biaya adalah salah satu faktor atau komponen utama proyek. Pada intinya faktor
biaya atau cost ini adalah menentukan seberapa besar biaya yang akan
dikeluarkan untuk sebuah proyek. Faktor biaya ini sangat dipengaruhi oleh 2
faktor sebelumnya, yaitu scope dan time. Secara umum semakin besar ruang lingkup
dan semakin lama waktu, maka akan semakin besar pula biaya suatu proyek.
Dalam pembangunan proyek Bendungan Desa Simanungkalit Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, biaya yang dianggarkan untuk menyelesaikan proyek ini adalah berkisar Rp60 Miliar. Namun selain hal tersebut, warga sekitar yang ingin meminta ganti rugi akibat tidak ada kontrak kerja soal anggaran pelepasan lahan meminta bahwa masyarakat yang memiliki lahan pada jaringan irigasi sebelah kiri meminta ganti-rugi sebesar Rp 1 juta per meter.
Beberapa hal diatas menjadi kendala dalam penyelesaian pembangunan proyek Bendungan Desa Simanungkalit Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara. Namun pemerintah setempat meyakinkan masyarakat sekitar agar dapat melanjutkan pembangunan proyek bendungan ini karena pembangunan yang peruntukkannya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar juga. Dan pihak pepimpin proyek telah menyampaikan surat tertulis kepada Pemkab Taput untuk mencari jalan ke luar penyelesaian masalah pembebasan lahan pada jaringan irigasi sebelah kiri bendungan kepada masyarakat secara langsung.
Demikian artikel ini saya buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Proyek Rekayasa. Semoga bermanfaat. Jika ada kritik, tanggapan, dan saran dari teman-teman sekalian dapat memberikannya pada kolom komentar dan jangan lupa memberikan dukungan anda dalam bentuk clap (👏) untuk dapat mendukung artikel ini. Terimakasih ^^
Referensi :
PMBOK Guide. 2013. A Guide To The Project Management Body of Knowledge-Fifth Edition. Amerika: Project Management Institute
Medan Bisnis Daily. 2018. Pembangunan Bendungan di Sipoholon Terkendala.